Selasa, 16 November 2010

pengantar bisnis minggu ke7(manajemen produksi)

Salah satu factor penentu keberhasilan/kegagalan organisasi adalah factor Sumber Daya Manusia (SDM)

MANAJEMEN PRODUKSI

Perkembangan manajemen produksi

Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa.Pesatnya perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor :

· Adanya pembagian kerja dan spesialis

· Revolusi industry

· Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan computer

· Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah,hubungan antarmanusia,dan model keputusan

Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Tugas dari manajemen produksi ada dua yakni
1. Merancang system produksi
2. Mengoperasikan suatu system produksi untuk memenuhi persyaratan produksi yang ditentukan.

Proses produksi(KELANGSUNGAN HIDUP)meliputi :

1. Produksi terus-menerus(continuous production)

Proses untuk mengubah bentuk barang.

2. Produksi yang terputus-putus(intermitten production)

Produksi yang tidak terus-menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat-alat ,pengaturan alat-alat.

Proses produksi(TEKNIK)meliputi :
1. Proses ekstraktif, contoh pertambangan batu bara, pertambangan timah.
2. Proses fabrikasi, contoh perusahaan mebel, perusahaan tas.
3. Proses analitik, contoh minyak bumi diproses menjadi bensin, solar dan kerosin.
4. Proses sintetik, contoh proses pembuatan obat, pengolahan baja.
5. Proses perakitan, contoh perusahaan televisi, perusahaan industry mobil dan motor.
6. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi, contoh lembaga konsultasi dalam bidang administrasi keuangan.


Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi

Empat macam pengambilan keputusan :

· Pengambilan keputusan atas peristiwa pasti

· Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko

· Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti

· Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama yaitu ;

· Proses

Keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau yang digunakan barang atau jasa.

· Kapasitas

Untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyedian pada waktu yang tepat

· Persediaan

Manajer persediaan membuat keputusan dalam bidang produksi yang menyakut apa yang dipesan dan jumlah yang dipesan.

· Tenaga kerja

Proses produksi tidak bakal terjadi jika tenaga kerja tidak ada karena mereka yang bekerja menghasilkan produk.

· Mutu/kualitas

Fungsi produksi sangat bertanggung jawab terhadap mutu/kualitas.

Ruang lingkup manajemen produksi
1. Perencanaan system produksi
2. Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi.

Fungsi produksi dan operasi

· Proses pengolahan ,merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.

· Jasa-jasa penunjang ,merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk menetapkan teknik dan metode yang dijalankan.

· Perencanaan ,merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi.

· Pengendalian atau pengawasan merupakan fungsi untuk menjamin terlaksanannya kegiatan yang sesuai rencana,sehingga maksud dan tujuan pengguna dan pengelola masukan dapat dilaksanakan.

System produksi dan operasi

System produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu ,menyatu ,dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran .

A. PENGERTIAN LAYOUT

Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaan. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.

Layout pabrik disebut juga tata letak atau tata ruang didalam pabrik. Layout pabrik adalah cara penempatan fasilitas-fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Fasilitas pabrik dapat berupa mesin-mesin, alat-alat produksi, alat pengangkutan bahan, dan peralatan pengawasan. Perencanaan layout menurut James A Moore adalah rencana dari keseluruhan tata letak fasilitas industri yang didalamnya, termasuk bagaimana personelnya ditempatkan, alat-alat operasi gudang, pemindahan material, dan alat pendukung lain sehingga akan tercipta suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan.

Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:

1. Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas dan tenaga kerja.

2. Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja.

3. Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik

4. Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.

5. Peningkatan fleksibilitas.

Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan sebagi sesuatu yang dinamis dan punya fleksibilitas.

B. TIPE LAYOUT

Ada enam pendekatan layout yang akan dibahas dalam topic ini yaitu:

1. Layout dengan posisi tetap, biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang maupun gedung.

2. Layout berorientasi pada proses, untuk produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi disebut juga “job shop”

3. Layout perkantoran, bagaiman menempatkan tenaga kerja, peralatan kantor, dan ruangan kantor yang melancarkan aliran informasi.

4. Ritel layout, penempatan rak dan pemberian tanggapan atas perilaku konsumen.

5. Layout gudang, mengefisienkan ruang penyimpanan dan system penanganan bahan dengan memperhatrikan kelebihan dan kekurangannya.

6. Layout berorientasi produk, Pemanfaatan tenaga kerja, mesin yang terbaik dalam produksi yang kontinyu atau berulang. Agar dapat menetapkan layout yang efektif maka perlu menetapkan beberapa

hal diantaranya adlah:

1. Peralatan penanganan bahan

2. Kapasitas dan persyaratan luas ruangan

3. Lingkungan hidup dan estetika

4. Aliran informasi

5. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar